Evaluasi Implementasi Regulasi Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris Oleh Penyehat Tradisional Di Kabupaten Karo

Ismedsyah Ismedsyah, Sri Agustina Sembiring

Abstract


Pemerintah telah menetapkan regulasi untuk mengatur pelaksanaan pelayanan kesehatan tradisional oleh penyehat tradisional yaitu Permenkes No. 62 tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris. Pemerintah juga telah menetapkan regulasi pada tingkat lebih tinggi PP No. 103 tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan regulasi pelayanan kesehatan tradisional empiris oleh penyehat tradisional di Kabupaten Karo, sudah atau belum dilaksanakan secara optimal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian non-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif dan analisis data secara deskriptif. Populasi penelitian yaitu penyehat tradisional yang berpraktik di Kabupaten Karo. Sampel ditentukan secara proportional random sampling terhadap 100 penyehat tradisional. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh penyehat tradisional yang memuat lima aturan pelaksanaan pelayanan kesehatan tradisional empiris berdasarkan Permenkes No. 62 tahun 2016. Hasil penelitian adalah implementasi regulasi pelayanan kesehatan tradisional empiris oleh penyehat tradisional di kabupaten Karo belum terlaksana optimal. Terutaman aturan tentang Kepemilikan Surat Terdaftar Penyehat Tradisional (STPT) dan Sarana Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris sehingga masih perlu menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan bahkan Kementerian Kesehatan RI.

Kata Kunci: Implementasi, Pelayanan Kesehatan Tradisional, Penyehat, Karo


Full Text:

PDF

References


Abdiyani S. 2008. Keanekaragaman jenis tumbuhan bawah berkhasiat obat di daratan tinggi dieng. Jurnal penelitian hutan dan konservasi alam. Balai penelitian kehutanan Solo. Vol 5 No 1: 79-92 p.

Agustina B, 2015, Kewenangan Pemerintah Dalam Perlindungan Hukum Pelayanan kesehatan Tradisional, Jurnal Wawasan Hukum, Vol.32 No.1 Februari

Andriyani L, 2016, Tanggung Jawab Pelaku Usaha Pengobatan Tradisional Di Bidang Pelayanan Kesehatan Untuk Memenuhi Hak-hak Pasien Sebagai Konsumen Jasa, Yogyakarta.

Foster G, dan Anderson G, 2015, Antropologi Kesehatan, Penerjemah; Priyanti PS, Terjemahan dari: Medical Antropology, Penerbit Universitas Indonesia.

Gaporabdul S, 2013, Tren Penanaman dan Kegunaan Tumbuhan Herba Dalam Kalangan Masyarakat Melayu Dibalik Pulau, Pulau Pinang, Faculty of Social Science and Humanities Vol.8 No.1

Humaedi, A, 2016, Etnografi pengobatan, Praktik Budaya Peramuan dn sugesti Komunitas adat Tau Taa Vana, PT.LKiS Pelangi Aksara, Yogyakarta

Indrawan dan Yaniawati. 2014. Metodologi Penelitian. PT Refika Aditama. Bandung

Irfan M, dkk, 2013, Etnografi Dukun; Studi Antropologi Tentang Praktik Pengobatan Dukun DiKota Makassar, Universitas Hasanuddin, Makassar

Karim A I.A, dkk, 2012, Ethnobotanical Assesment of Herbal plants in South Western Nigeria, Academik Research International, Vol.2 No.3 May, ISSN-L-2223-9553

Karo-karo U, 2010, Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga di Kelurahan Tanah 600 Medan, Kopertis Wilayah I, Sumatera utara, Medan

Koentjaraningrat. 1990. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Penerbit Dian Rakyat. Jakarta.

Peraturan Menteri kesehatan Nomor 61 Tahun 2016 Tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris, Jakarta

Peraturan Pemerintah No 103 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional, Jakarta.

Sadewa dkk, 2018, Implementasi Perizinan Pengobatan Herbal Dalam Upaya Kesehatan Masyarakat Di Kota Surakarta, Solo.

Salmen Sembiring, 2015, Pengetahuan Dan Pemanfaatan Metode Pengobatan Tradisional Pada Masyarakat Desa Suka Nalu Kecamatan Barus, Medan.

Saragih A, dkk, 2014, Kajian Teknik Pijat Tradisional Kebugaran di Provinsi Sumatera Utara, SP3T Sumut, Medan

Situmorang P, 2014, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kearifan Lokal Pemanfaatan Obat-obatan Tradisional Oleh Etnik Karo, Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli, Sumatera Utara

Soukand R, Kalle R, 2010, Herbal Landscape;The Perception of Landscape as a Source of Medicinal Plants, University of Tartu, DOI:10.3176/tr.2010.3.01

Sukanta, Putu Oka, 2009 Terapi Pijat Tangan, Penebar Swadaya, Jakarta.

Tumanggor, R, 2010, Masalah-masalah Sosial Budaya Dalam Pembangunan Kesehatan di Indonesia, Jurnal masyarakat dan Budaya Volume 12 No.2

Wakidi. Pemasyarakatan tanaman obat keluarga “TOGA” untuk mendukung penggunaan sendiri “self medication”. Bagian Farmasi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Medan Hal: 3.[edisi 2003, diakses tanggal 22/11/2008]. Diunduh dari: http:/antiterasi.multiply.com/journal/item/23.

Zalbawi S, 2002, Pola Pemanfaatan Pengobatan Tradisional Oleh Pasien Rematik, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Februari Vol.1 No.1

Zamzami L, 2013, Sekerei Mentawai : Keseharian dan Tradisi Pengetahuan Lokal yang Digerus oleh Zaman, Antropologi Indonesia Vol.34 No.1


Refbacks

  • There are currently no refbacks.