Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Calon Peserta Olimpiade Sains Tingkat Provinsi Menggunakan Metode ARAS

Sri Handayani, Guidio Leonarde Ginting, Nelly Astuti Hasibuan, Imam Saputra

Abstract


Olimpiade Sains adalah cara mengembangkan kualitas sumber daya manusia Misi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem dan iklim pendidikan national yang demokratis dan bermutu, guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Penyelenggaraan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sedini mungkin, secara terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai usaha proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa agar generasi muda dapat berkembang secara optimal yang bertujuan untuk pencarian bakat, belajar berkompetisi, meningkatkan wawasan dan meningkatkan potensi serta menanamkan sikap disiplin di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, Dalam Olimpiade Sains tersebut mempertandingkan 3 mata pelajaran yaitu fisika, kimia, dan matematika yang dilakukan setiap setahun sekali oleh siswa tingkat SD, SMP dan SMA. Maka perlu dirancang suatu sistem pendukung keputusan yang dapat membantu dalam menentukan siswa yang tepat dalam mengikuti olimpiade sains tingkat provinsi. Salah satu metode yang digunakan adalah metode Additive Ratio Assesment (ARAS), metode ini dipilih karena mampu menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif, dalam pemilihan calon peserta olimpiade sains tingkat provinsi berdasarkan kriteria yang ditentukan. Dengan adanya metode Additive Ratio Assesment (ARAS) dapat menentukan siswa yang berhak mengikuti olimpiade sains tingkat provinsi berdasarkan seluruh kriteria penilaian dalam mengikuti olimpiade sains tingkat provinsi.

Kata Kunci: Sistem Pendukung Keputusan, Olimpiade Sains, Aras


Full Text:

PDF

References


H. Situmorang, “Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten Langkat Pada Madrasah Aliyah Negeri ( Man ) 2 Tanjung Pura Denganmenggunakan Metode Simple Additive Weighting ( Saw ),” vol. IV, no. 2, pp. 24–30, 2015.

A. P. Nevita and D. W. Widodo, “Program studi teknik informatika fakultas teknik universitas nusantara pgri kediri 2018,” vol. 2, no. 5, pp. 1–7, 2018.

H. Susanto, “Penerapan Metode Additive Ratio Assessment ( Aras ) Dalam Pendukung Keputusan Pemilihan Susu Gym,” Maj. Ilm. INTI, vol. 13, pp. 1–5, 2018.

L. Ciky et al., “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Team Leader Shift Terbaik Dengan Menggunakan Metode Aras Studi Kasus Pt . Anugrah Busana Indah,” vol. 13, 2018.

M. K. Dicky, NofriansyahS.Kom and M. S. Prof. Dr, Sarjon, Defit, S.Kom, MULTI CRITERIA DECISION MAKING PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN, Pertama. YOGYAKARTA: CV. Budi Utama, 2017.

S. Kusumadewi, S. Hartati, A. Harjoko, and R. Wardoyo, Fuzzy Multi-Attribute Decision Making (Fuzzy MADM). Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006.

G. Ginting, Fadlina, Mesran, A. P. U. Siahaan, and R. Rahim, “Technical Approach of TOPSIS in Decision Making,” Int. J. Recent Trends Eng. Res., vol. 3, no. 8, pp. 58–64, 2017.

Tetty Rosmaria Sitompul dan Nelly Astusti Hasibuan, “Untuk Security Service Menggunakan Metode Aras,” vol. 2, no. 1, pp. 1–9, 2018.

E. K. Zavadskas and Z. Turskis, “A new additive ratio assessment ( ARAS ) method in multicriteria decision ‐ making,” vol. 8619, 2011.

M. A. Hasmi, B. Nadeak, N. Sitompul, and M. Mesran, “SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN INSTRUKTUR FITNESS MENERAPKAN METODE ADDITIVE RATIO ASSESSMENT ( ARAS ) ( STUDI KASUS : VIZTA GYM MEDAN ),” KOMIK (Konferensi Nas. Teknol. Inf. dan Komputer), vol. 2, no. 2010, pp. 121–129, 2018.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.