Peran Guru PKN dan Internet Terhadap Keputusan Memilih dalam PEMILU 2019 (Studi Kasus SMU Nasrani I Medan)

Anda Yanny, Sumiaty Adelina Hutabarat, Ronda Deli Sianturi

Abstract


Sebagai warga negara Indonesia yang sudah cukup umur yaitu berusia 17 tahun ke atas memiliki hak pilih untuk memilih dewan legislatif pada tanggal 17 April 2019 Keputusan memilih tentunya diperoleh dari berbagai informasi. Informasi itu sendiri bisa diperoleh dari televisi, media sosial, media cetak, internet, visualisasi langsung, spanduk, informasi dari orang lain dan lain lain. Kebanyakan warga yang masih berusia 17 tahun pada umumnya masih bersekolah di Sekolah SMU dengan pola fikir yang masih sangat  sederhana.   Informasi yang siswa/i dapatkan pun tentu dari pembelajaran yang diajarkan oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan, dan dari internet. Penelitian ini menggunakan spss 20.00 dengan jumlah kuesioner sebanyak 30 siswa  yang bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan dan Internet terhadap keputusan untuk memilih Calon Presiden dan Wakil Presiden bagi siswa/i yang masih bersekolah.

Kata Kunci: Peran guru PKN,Internet,Keputusan Memilih 


Full Text:

PDF

References


Ahmad Barizi & Muhammad Idris. 2010. Menjadi Guru Unggul. Jogjakarta: ArRuzz Media.

B. Uno, Hamzah. 2008. Teori Motivasi dan Pengukurannya, Jakarta : Bumi Aksara.

Drummond, H., 1993. Effective Decision Making: A Practical Guide for Management. London: Kogan Page Limited.

Parulian Donald, 1997, Menggugat Pemilu, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta

Rogers, E. M. (1986). Communication technology: The new media in society. New York, NY: The Free Press.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Sains dan Teknologi Informasi (SENSASI)