Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Kelapa Sawit Menerapkan Metode Promethee II
Abstract
Kelapa Sawit merupakan tumbuhan industri penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel) dan berbagai jenis turunannya. Pemilihan bibit kelapa sawit biasanya berdasarkan berbagai macam keinginan tidak hanya melihat dari segi financial saja akan tetapi dari berbagai kriteria lain seperti cuaca yang sangat berpengaruh dalam proses pemilihan, dan lain – lain. Pemanfaatan sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode Promethee II sangat tepat jika diterapkan pada permasalahan ini karena dapat diselesaikan secara efektif dan efesien. Dalam hal ini alternatif yang dimaksudkan yaitu bibit yang layak di tanam yaitu berdasarkan jenis tanah dan kriteria-kriteria yang ditentukan. Penelitian dilakukan dengan mencari nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilakukan proses perankingan yang akan menentukan kriteria dan alternatif yang optimal, yaitu bibit yang layak di daerah perkebunan. Dengan adanya sistem pendukung keputusan pemilihan bibit kelapa sawit dengan menerapkan metode Promethee II yang diharapkan dapat membantu dan mempermudah masyarakat dalam memilih jenis bibit unggul kelapa sawit, serta menambah wawasan masyarakat tentang jenis bibit unggul kelapa sawit.
Full Text:
PDFReferences
R. Ayudia, “KELAPA SAWIT DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING ( SAW ) ( STUDI KASUS : PTPN III SEI KARANG ),” pp. 48–53, 2014.
B. Irawan, “SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN BIBIT KELAPA SAWIT DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING ( SAW ),” 2009.
Kusrini, Konsep Dan Aplikasi Pemdukung Keputusan. Yogyakarta: Andi, 2007.
J. Afriany, L. Ratna, S. Br, I. Julianty, and E. L. Nainggolan, “Penerapan MOORA Untuk Mendukung Efektifitas Keputusan Manajemen Dalam Penentuan Lokasi SPBU,” vol. 5, no. 2, pp. 161–166, 2018.
Mesran, R. K. Hondro, M. Syahrizal, A. P. U. Siahaan, R. Rahim, and Suginam, “Student Admission Assessment using Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA),” J. Online Jar. COT POLIPT, vol. 10, no. 7, pp. 1–6, 2017.
S. Barus, V. M. Sitorus, D. Napitupulu, M. Mesran, and S. Supiyandi, “Sistem Pendukung Keputusan Pengangkatan Guru Tetap Menerapkan Metode Weight Aggregated Sum Product Assesment ( WASPAS ),” MEDIA Inform. BUDIDARMA, vol. 2, no. 2, pp. 10–15, 2018.
P. Simanjuntak, I. Irma, N. Kurniasih, M. Mesran, and J. Simarmata, “Penentuan Kayu Terbaik Untuk Bahan Gitar Dengan Metode Weighted Aggregated Sum Product Assessment ( WASPAS ),” J. Ris. Komput., vol. 5, no. 1, pp. 36–42, 2018.
Mesran, G. Ginting, Suginam, and R. Rahim, “Implementation of Elimination and Choice Expressing Reality ( ELECTRE ) Method in Selecting the Best Lecturer ( Case Study STMIK BUDI DARMA ),” Int. J. Eng. Res. Technol. (IJERT, vol. 6, no. 2, pp. 141–144, 2017.
G. Ginting, Fadlina, Mesran, A. P. U. Siahaan, and R. Rahim, “Technical Approach of TOPSIS in Decision Making,” Int. J. Recent Trends Eng. Res., vol. 3, no. 8, pp. 58–64, 2017.
M. Mesran, I. Saputra, and M. Ariska, “Penerapan Metode Promethee Ii Pada Sistem Layanan Dan Rujukan Terpadu ( Slrt ) ( Studi Kasus : Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang ),” KOMIK (Konferensi Nas. Teknol. Inf. dan Komputer), vol. I, pp. 276–285, 2017.
G.-H. Tzeng and J.-J. Huang, Multiple Attribute Decision Making Method And Applications. CRC Press, 2011.
E. Turban, J. E. Aronson, and T. Liang, “Decision Support Systems and Intelligent Systems.”
S. Kusumadewi, S. Hartati, A. Harjoko, and R. Wardoyo, Fuzzy Multi-Attribute Decision Making (Fuzzy MADM). Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006.
A. V. Manikrao and C. Shankar, “Facility Location Selection using PROMETHEE II Method,” Int. Conf. Ind. Eng. Oper. Manag. Dhaka, pp. 59–64, 2010.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2018 Seminar Nasional Sains dan Teknologi Informasi (SENSASI)